August 13, 2018

Dream ( a story when i learn how to use english well)


Dummy’s dream

The short story about a boy who has a high dream. He really really want to be a journalist. Because he thinks that if he becomes a journalist he can report any false news in other news media like TV or news paper.

Ok lets read and join the story.
Dummy, is a naughty boy but he is so clever and smart. He is so famous in his village and his school. He brights in english, maths, science, and acting.
When he was child, he liked to disturb any people who passes his house. He used to piss any boy. He was so naughty. He used to fight with another boy if they didn’t join him or agree with him.
In the Elementary school, he joined in act class. He was so clever to act many characters. And the greatest moment was being when he act as a Maskum. Maskum is a figure that a poor man and become arrogant when he as rich. In this figure, Dummy was so comprehend fully. He showed this act when the end party school, so many people watched this drama, and the figure of Maskum became the favourite of people.

The little dummy, was interesting with television.
No day without watching television, may be that was a live motto of him. Dummy used to join his parent, if they watched news program, especially Lintas Lima in TPI. And in the school he tried to collect any news. He wrote in his book and he read back at home. In next day he observed again his friends, teachers, store keepers and wrote their activit and wrote their activities to be some report. The report just still saving in his own. He didn’t tell to any one about his ho be some report. The report just still saving in his own. He didn’t tell to any one about his hobby. But hobby. But his trail to be a journalist can be looked from his writings.

His short story, poem used to patch in wall school.
From this ,  he decided to be a journalist in the future, but he still thinking that he want to be a professional tennis athlete.
When he went into junior high school, the dream to be a journalist longer and longer became less. He interested to act and iterature. He join an theater class. He became one of the favouriteactor. He and school theater group uset to show in some school party, theater compettion, and also some invitations.
In senior high school, he didn’t join more in theater or drama class. He much interested to join student organization. He also join in other ekstrakurikuler programs like Paskibra, Astronomi Olympiad, volley ball, Mosque’s young unity, English club, information and computer, and fencing. But with so many activities. Dummy cant shared the time. His education achievement so foul, ekstra progam cant join at all.
The anxiety of journalist began up. He join in wall magazine. He became a student journalist. And he found his way of life. He really really to get his dream. JOURNALIST.
But, when  he graduated from senior high. He has no many at all. He read from internet. There was a Beastudi Etos to save smart student to get the dream. He listed. And finally he passed SNMPTN in Communication Program at UGM.
He was so happy. With this, his dream would be rallized.

He came to Jogja and joined in Etos dormitory. There was so many people who have same story with him. And there, they didn’t alone, they were kept by two guardian or they called Pendamping Etos. There he studied hard. And Pendamping Etos used to help him and friends. Pendamping Etos like his parent, his bother, and his close friend. If he has a problem, Pendamping Etos used to be a solver problem. But in last year of  academic phase, he didn’t more stayed in Etos dormitory. Because the Beastudi only three years. So, he left his Pendamping Etos. But he never forget with them. So much advices, support and help. Dummy in phase of university student has collected many achievement like in university and national.
When he graduated from UGM, no be needed long time to get the job. He worked in the biggest of news paper company.
“Allahu Akbar….., Alhamdulillah ya Alloh!”he shout.
He fell was very very Happy. He never feel like this before.
This all, cant be happen if in phase of study he didn’t meet with Pendamping Etos.
“Jazakalloh khioron katsir, I never forget with you all! You are my best Brother!”he said to both of Pendamping Etos.
“Waiyakum akhy, you also my inspiration to get a success. “said one of Pendamping Etos.

“afwan jiddan, if both of us, especially me, gave some false advices. Barokalloh akh!”said another Pendamping Etos.
And now. Dummy became one of the best reporter in Indonesia. And he has interviewed many president and the leader of nations in various country in the wolrd.

That’s all the short story about Dummy. He get his dream. He become the superior journalist. And he can go arround the world to report the news and meet many people from various country.
Don’t surrender that u can win. U can get ur dream. Pray and do. Believe to Alloh. Study hard. Keep ur faith.

This story I represantated to my Mom, my famz, my Friend in other University ^^, my ^gank^ JA , the EF, my friends mate in ETOS, Pendamping Etos Jogja, and Beastudi ETOS.


Ketika dulu, Sekarang, dan Nanti

Seseorang dilahirkan didunia ini bkan hanya untuk merasakan hidup
bukan hanya untuk menikmati oksigen yang terbang dimana mana

manusia hidup didunia dengan tujuan yang jelas
Tuhan tahu jelas untuk apa manusia diciptakan

seorang bayi laki-laki
terlahir pada tanggal 30 Agustus 1991
pada hari kamis dimalam hari,

cucuran air mata dari seorang ibu
yang telah mengandungnya selama 9 bulan
terlihat jelas menetes dan mengalir

anak kedua
anak laki-laki pertama
akhirnya datang juga (??)
karena terpaut 9 tahun dari anak pertama (perempuan)

perawatan speial sang ibu berikan pada sang buah hati
kasih sayang keluarga besar dicurahkan pada sang pangeran
ciuman sayang dikecupkan dari sang kakak

betapa manis sang bayi laki-laki ini

do'a pasti sang Ibu berikan pada sang bayi
Muhammad Ramdan adalah nama yang diberi oleh sang ibu
Ramdan.... walau bukan lahir pada bulan suci umat Islam ini
melainkan harapan sang ibu kepada anak
agar seperti ustadz yang pintar dan rupawan serta shalih
yang memiliki nama serupa

Adam........................
nama kecil yang singkat
yang menyerupai manusia pertama di dunia ini
Adam........................
begitulah akhirnya
keluarga besar memanggil anak laki-laki yang subur ini
Adam........................
harapan keluarga baru
yang dapat menjadi seorang lelaki kuat dan bagja
mengayomi banyak orang disekitarnya

Bekerja


Bandung, 13 Agustus 2018

Bekerja?
Apa itu bekerja? Untuk apa bekerja?
Apa keuntungan bekerja?
Berpisah?
Bertemu?
Sibuk?
Amanah?
Tanggung jawab?
Banyak kata yang dapat diungkapkan dengan kata bekerja.
Bekerja adalah sebuah proses dari kehidupan adalah sebuah proses yang pasti dan harus dilewati dalam kehidupan manusia. Dengan bekerja kita akan mendapatkan pengasilan untuk meneruskan kehidupan kita. Dengan bekerja kita akan berpisah dengan beberapa orang tetapi kita juga akan bertemu dengan orang-orang baru. Dengan bekerja maka waaktu mu akan disibukkan. Dengan bekerja ada amanah dan tanggung jawab yang akan diemban. Dengan bekerja?
Masih banyak yang dapat dikaitkaan dengan kata bekerja.
Bekerja juga adalah sebuah usaha kita untuk mendapatkan kebahagiaan namun dengan bekerja kita juga akan mendapatkan sesuatu yang tidak membahagiakan hati kita.
Entahlah banyak sekali yang sebenarnya dapat kita uraikan dari kata bekerja.
Namun bekerja adalah sebuah keharusan. Baik dia sehat, sakit , bahagia, sedih ataupun bagaimana kondisi setiap manusia semua harus bekerja.
Sama halnya organ yang ada di dalam tubuh kita semuanya bekerja. Mata bekerja untuk melihat, jantung bekerja terus tanpa henti untuk mengalirkan darah ditubuh kita, paru-paru bekerja untuk kita mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dan masih banyak lainnya termasuk tangan ini bekerja selain untuk memegang sesuatu ataupun menulis banyak hal yang dapat dilakukan.
Jadi, mau bagaimanapun kita mesti bekerja. Karena bekerja adalah bagian dari hidup kita..

January 02, 2018

Merajut Asa Kembali

LA (red.Lebak Anyar not Los Angeles)
Selasa/ Tuesday, January 02 2017/ 14 Rabiul Akhir 1439H


Dalam gemericik air hujan yang turun membasahi Bumi. Dalam kesahduan dan kesuniyan. Namun hangat terasa di dalam gubuk istimewa yang kami sebut rumah.
Dipagi hari aku sempatkan untuk berziarah ke makam ayahanda, nenek, dan juga kakek tercinta. Semoga Allaah mengampuni dosa-dosa mereka dan menerangi alam kuburnya. Bid’ah? Silahkan berpendapat sesuai keyakinannya namun ziarah ini mengingatkanku pada alam setelah dunia, mengingatkanku pada sosok mereka walaupun sang Kakek belum pernah berjumpa secara fisik.
Aku meminta do’a kepada Allaah untuk kebahagian dunia dan akhirat pada keluarga ku, ketenangan hidup dan juga kesehatan yang begitu mahal kita dapatkan. Tak lupa aku berdo’a untuk semua orang tuaku, serta setiap muslim yang telah mendahului kami untuk meninggalkan alam fana ini.
Bagaimana dengan Palestina? Syuriah? Rohingnya? Ataupun saudara muslim terdekat? Semoga Allaah, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan limpahan karunia dan kesejahteraan bagi kita semua.
Mengingat saat bermalam di suatu masjid tempo hari, aku kuatkan nurani bahwa diriku bukan hanya untuk diriku sendiri. Hartaku bukan untuk kemakmuranku sendiri. Senyumku bukan untuk kebahagiaanku sendiri. Ada orang-orang di sekitar kita berhak mendapatkan apa yang kita punya. Namun bagaimana dengan apa yang dimiliki oleh orang lain yang kita tidak miliki, itu adalah rezeki mereka yang sudah sang Pencipta anugerahkan pada mereka.
Tekadku? Iya tekadku, aku akan senantiasa ikhtiarkan dalam komitmen untuk mendapat keridhoan dari-Nya.
Impianku? Iya impianku, aku sandarkan pada usaha keras yang akan aku kejar sembari tak lupa bahwa Dialah yang Maha Berkehendak.
Namun sebelum aku meminta keridhoan dariNya tentu keikhlasan dan keridhoan dari ibu ku adalah yang pertama.
Semoga ini bukan hanya mimpi biasa namun asa yang harus dirajut walaupun perlahan namun pasti.



January 01, 2018

Cerita di Penghujung dan Awal (Tahun)

Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, 31 Desember 2017 M/13 Rabiul akhir 1439 H

Sejenak berfikir penuh perenungan, di penghujung akhir tahun ini, mengikuti rangkaian mabit dengan tema Romantisme Rasulullaah.degan diawali menyaksikan film drama cinta Islami Ayat-Ayat Cinta 2 di pecan lalu, begitu banyak yang harus kita syukuri dalam hidup. Sebagai seorang manusia apalagi diriku sebagai seorang pria dewasa banyak tantangan hidup yang harus diarungi. Banyak anugerah dari Yang Maha Kuassa yang tentu saja harus kita syukuri. Sosok Fahri walaypun fiktif namun mulianya akhlaknya, serta sosok Muhammad Rasululullaah SAW yang sangat amat mulia. Sosok Aisyah yang kuat dan tegar dan memperjuangkan harkat marbatnya sebagai seorang muslimah, juga Khadijah seorang wanita yang tidak perlu lagi diragukan betapa tinggi derajatnya hingga Rasulullaah selalu teringat padanya walaupun ia telah tiada dan digantikan Aisyah RA..
Dengan hiruk pikuk suara petasan di luar masjid yang dimana memang berada dekat dengan lapangan Monumen Nasional, InsyaaAllaah aku akan menjadi diriku lebih baik untuk kedepannya. Kegemilangan dunia, kilaunya permata dunia takan seindah apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Teringat sosol Rabiah Al Adawiah yang hidupnya di dunia hanya untuk “bercinta” kepada Allaah, tak termakan nafsu dunia, maka apa yang akan aku kejar?
Saat membuka media social sahabat, kawan dan teman, banyak mereka sukses dan mendapatkan banyak kenikmatan harta dunia, apakah aku iri? Ya aku iri, karena aku tidak bias memberikan banyak kepada orangtua, ibu, keluarga bahkan umat di sekitarku. Aku hanya bias berusaha memberikan sepenggal semangat untuk mereka yang membutuhkan. Hanya itu tak lebih.
Gemuruh petasan semakin terasa terngiang ditelinga, menandakan semakin dekat masuknya tanggal 1 Januari 2018 di tahun Masehi. Rintihan hati dan isak tangis dalam sanubari terkucur pilu karena sudah berbuat apakah diriku selama ini? Manusia kotor nan penuh dosa. Seorang anak yang dibanggakan namun tak kunjung dapat membahagiakan. Seorang adik juga kakak yang selalu menjadi panutan namun tak kunjung berbuat banyak untuk mereka. Seorang sahabat yang bias memberi semangat tanpa daya membantu dengan daya dan upaya.
Akhirnya masuk sudah hitungan tanggal 01 Januari 2018 bertepatan dengan hari senin maka aku bertekad untuk dapat menjadi manusia sejatinya manusia. Manusia yang hakikatnya hanyalah untuk beribadah kepada sang Pencipta yang sesuai dengan nama dalam status pesan social berteknologi terkini whatsapp “menjadi surya” aku kan berusaha menjadi matahari yang memberi kehidupan, memberi sinar juga kehangatan. Walaupun kadang sinar sang surya merusak kulit manusia dan membuat takut para caing hingga mereka masuk ke dalam tanah tapi itu adalah sebuah kehidupan.
Aku bukan Rasulullaah manusia sempurna seutuhnya yang tidak penuh dosa. Aku hanya manusia biasa yang kadang penuh asa dalam kebaikan namun kadang pula turun asa ke level terendah menjadi manusia paling kotor dan hina. Ikhtiar dan berusaha adalah kunci serta doa untuk selalu berkomitmen dalam jalur yang memang seharusnya dilalui.
Saat banyak khalayak ramai mebuat resolusi lalu aku? Tentu ada yang aku inginkan untuk di hari esok namun semua kembali pada kemampuan dan bagaimana aku dapat bersemangat untuk menjalankannya.
Menjadi Surya dalam untaian jari pencari, pencari apa? Pencari hidup yang lebih baik.
Semoga Ia YangTidak Pernah Tidur mengampuni dosa-dosaku dan menguatkan asaku.

Untuk ibu, kakak, adik-dikku,keponakanku, sahabatku, serta untuk mereka yang telah mendahului pergi dari kerasnya dunia babah, kedua kakek, nenek, dan semua yang telah pergi lebih dekat dalam hari penuh perhitungan.

June 02, 2014

ngopi trus paste,,, heum mahasiswa banget jaman sekarang

Copy-paste ketidak pantasan sikap pemuda terdidik
Tindakan mengkopi lalu paste merupakan sebuah tindakan yang kurang baik dan bermoral. Apalagi untuk ukuran pelajar atau mahasiswa yang memahami benar etika dan hukum plagiarisme. Plagiarisme merupakan tindakan penipuan hasil karya orang lain tanpa sepengetahuan dari penulis aslinya, yang melanggar suatu Hak Cipta dan Hak Moral. Aktor dari plagiarisme ini biasanya dilakukan oleh beberapa akademisi khususnya mahasiswa yang berada di perguruan tinggi.. Ketertarikan mahasiswa terhadap tindakan plagiarisme, dibangun oleh rasionalitas instrumental. Mahasiswa lebih memperhitungkan tentang efisiensi, efektifitas dan nilai yang dimiliki oleh sumber dayanya (tugas akademik) untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ketika aktor (mahasiswa) menentukan tujuan, aktor akan dihadapkan pada sebuah pilihan cara alternatif yaitu cara SKS (Sistem Kebut Semalam) dan SKJ (Sekali Kerja Jadi). Pilihan tersebut akan memunculkan suatu bentuk tindakan plagiarisme dan konsekuensi dari tindakan plagiarisme.
Walaupun tindakan plagiarism ini banyak dilakukan oleh mahasiswa namun banyak pihak lain bahkan akademisi lainnya seperti dosen pun tak pelak akan tindakan yang tak terhormat ini. plagiarism kini menjadi sebuah budaya yang mengkhawatirkan. Betapa tidak, banyak mahasiswa terutama kini apabila mengerjakan sebuah tugas ataupun pekerjaan akademik dari kampus memanfaatkan metode “copy-paste”. Bahkan untuk melengkapi tugas saja dengan memanfaatkan banyak informasi dari berbagai blog yang ada sangat mudah untuk mengutip tanpa disertai sumber yang jelas.
Membaca buku merupakan suatu nilai perilaku kebenaran untuk menuju keberhasilan dalam proses akademik. Rasionalitas nilai yang digunakan oleh Max Weber bahwa tindakan yang ditentukan oleh keyakinan penuh kesadaran akan nilai perilaku-perilaku etis, estetis, religius, atau bentuk perilaku lain yang terlepas dari prospek keberhasilannya (George dan Douglas, 2009:137). Hal ini, antara rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai saling bertentangan karena dalam penelitian ini, mahasiswa masih lemah dalam minat untuk membaca. Tanpa adanya membaca buku, mahasiswa berperilaku menyimpang untuk memilih plagiarisme sebagai cara instan untuk menyelesaikan tugas akademiknya. Mahasiswa lebih memperhitungkan tentang efisiensi dan efektifitas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Perhitungan inilah yang merupakan essensi dari tindakan rasionalitas instrumental.
Faktanya plagiarisme merupakan suatu tindakan rasional pengambilan hasil karya orang lain yang disengaja ataupun tidak disengaja tanpa mencantumkan nama pengarangnya yang diambil karyanya dan dijadikan sebagai hasil karyanya sendiri, tindakan ini melanggar suatu Hak Cipta dan Hak Moral. Fenomenanya kasus pelanggaran dari segi Hak Cipta dari status orisinalitas karya ilmiah digunakan sebagai acuan hukum, sedangkan dari segi Hak Moral tetap wajib bagi individu untuk menghormati dan menghargai pencipta sebagai penulis yang sebenarnya. Ada terdapat beberapa pengelompokan dari aspek yang melatar belakangi pembentuk rasionalitas mahasiswa dalam memilih plagiarisme sebagai pilihan yang instan untuk menyelesaikan tugas akademiknya dapat ditinjau dari beberapa faktor. Aspek-aspek inilah yang sering menjadi penyebab terbentuknya rasionalitas dalam melakukan plagiarisme diantaranya.
Pertama, perubahan kebudayaan. Kebudayaan bersifat konstan tetapi juga selalu berubah, tetap dalam arti beberapa elemennya seperti bahasa dan hukum berlanjut terus tanpa perubahan besar selama waktu yang panjang (Imran, 1989:61). Perubahan ini dikarenakan semua elemen-elemenya secara pelahan-lahan mengalami perubahan atau metamorphosis. Perubahan dalam dunia pendidikan ini, ketika mahasiswa menyelesaikan tugas akademiknya dengan melakukan tindakan plagiarisme dapat disebabkan adanya perubahan kebudayaan khususnya pada cultural lag. Bentuk dari cultural lag ini adalah ketidak sesuaian antara perubahan nilai dengan teknologi (Imran, 1989:62). Realitasnya teknologi telah diresapi oleh nilai-nilai karena unsur-unsur teknologi baru dan proses-prosesnya dihubungkan melalui fungsi-fungsi teknologi dengan bentuk-bentuk perbuatan yang dibenarkan oleh individu. Teknologi khususnya pada Gadged mencerminkan nilai-nilai kepemilikan, kecintaan atas kecepatan akses internet dan teknik pengolahan data. Nilai-nilai tersebut dapat memuaskan mahasiswa dalam proses penyelesaian tugas akademiknya dengan melakukan tindakan plagiarisme dari internet.
Kedua, rutinitas mahasiswa modern, hanya sebagai penonton (pasif) dalam proses perkuliahan. Hobi mereka hanya dengan menyibukkan diri untuk tidur, nongkrong, belanja, rekreasi, axis pada status di dunia maya khususnya pada facebook dan kuliah hanya sebagai mencari pacar atau mendapat ijazah.
Ketiga, ditinjau dari aspek struktural yaitu dari segi lemahnya etika akademik dan sanksi plagiarisme, rekomendasi tugas (tema tugas yang berbeda dan banyaknya beban tugas), kewajiban untuk membuat jurnal tanpa ada platihan khusus dan minimnya quota buku di Perpustakaan.
Keempat, tingkat ekonomi menengah yang mengharuskan mahasiswa menjalankan peran ganda yaitu sebagai mahasiswa dan karyawan. Sehingga, peran sebagai mahasiswa telah terpinggirkan dan tidak fokus dalam menyelesaikan tugas akademiknya karena ketika menjalankan peran sebagai karyawan, ia harus stand bay di meja kerjanya.
Kelima, kontribusi mahasiswa dalam organisasi khusunya pada BEM mulai dari agenda rapat, pembentukan program kerja, pengadaan seminar nasional dan lain-lain. Keaktifan mahasiswa dalam organisasi tersebut, ketika dalam waktu yang bersamaan mahasiswa mendapat beban tugas yang banyak maka tanpa berfikir panjang, hasil tugas akademiknya diselesaikan dengan cara instan yaitu dengan plagiat. Mahasiswa tidak mempedulikan kualitas tugasnya, melainkan hasil utama tugasnya sudah selesai dan bisa melanjutkan perannya dalam organisasi tersebut.
Keenam, kesehatan. Masyarakat yang baru selalu mengharmonisasikan nilai-nilai dasar kebudayaan Barat dengan kekuatan-kekuatan pendorong dunia modern. Masyarakat tersebut merupakan masyarakat demokratis yang institusi dan sumber utamanya adalah secara umum salah satunya yaitu kesehatan (Imran, 1989:67). Mahasiswa mengaggap bahwa yang terpenting dari segala hal dikehidupannya adalah kesehatan. Penyebab inilah mendorong mahasiswa untuk melakukan plagiarisme karena mahasiswa tidak ingin menyelesaikan tugas dengan banyak membuang tenaga dan fikiran. Hal tersebut dapat mengganggu kesehatan tubuhnya khususnya pada kepala.
Ketujuh, sistem barter juga dapat menyebabkan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme. Hal yang sering dilakukan mahasiswa dengan sistem barter ini terhadap teman dekat (sahabat) dan pacar. Sistem ini hanya mengandalkan sebuah kepercayaan yang penuh terhadap individu satu dengan yang lain. Mahasiswa saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dengan cara pinjam meminjam tugas atau tukar ide dalam menyelesaikan tugas tersebut. Hal ini, dapat dikatakan bahwa meraka telah melakukan tindakan plagiarisme karena adanya ikatan hubungan tersebut, membuat mahasiswa menjadi terlena untuk selalu meminta bantuan kepada pasangannya untuk mengerjakan tugas akademiknya

Referensi
Manan, Imran. 1989. Antropologi Pendidikan: Suatu Pengantar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. 2009. Teori Sosiologi Modern; Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosiologi Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.



August 02, 2013

surat untuk mu saudaraku (masihkah engkau anggap aku saudara?)

                Yogyakarta 2013
Assalaamu’alaykum Warrahmatullaahi wabarakatuh

Yang aku cintai karena Allaah
Saudaraku yang shalih

Entah apa yang ingin aku tuliskan dalam sepucuk surat ini, banyak angan yang membayangi penglihatan ini dan juga banyak kabut yang menyelimuti asa ini. Saudaraku, itulah sebuah prolog yang melukiskan apa yang ada pada diriku terhadapmu.
Aku mencintaimu karena Allaah saudaraku…
Banyak kisah yang telah terjadi di antara kita. Banyak kenangan baik itu manis, asam, asin, pahit (seperti permen aja yak ^^) yang melukiskan hubungan kita sebagai sadaura yang di persaudarakan karena Allaah. Telah banyak kita alami bersama getirnya hidup ini, hidup sebagai perantauan di tanah yang orang bilang nyaman ini. Engkau telah mengetahui aku apa adanya. Engkau tahu baik buruknya aku begitupun aku yang cukup memahami dirimu.
Saudaraku yang shalih…
Engkau adalah salah salah satu saudara terbaikku di ranah rantau ini. Banyak diskusi hebat baik antara engkau dan aku yang kadang sependapat maupun tidak. Namun itulah pergaulan yang sehat, pergaulan yang penuh dengan dinamika yang dapat membuat kita untuk saling memahami lebih jauh lagi. Kita berdua adalah insane yang diberikan karunia oleh Allaah untuk dapat menjadi sebagian klecil jundi-Nya di dunia ini. Engkau aku anggap lebih hebat dengan indahnya lantunan ayat suci Al-Qur’an yang engkau nyaringkan, kefahiman agama yang insyaaAllaah lebih dalam daripada aku bahkan siapapun di tempat naungan kita. Namun  yang membedakan kita adalah, aku lebih dahulu bergelut dengan dunia luar yang penuh dengan intrik ini. Aku yang lebih dahulu mengenal berbagai macam gejolak yang ada yang selalu mengintip kenyamanan kita.
Akhina, seorang anak yang shalih dan penuh bakti pada orang tua…
Entah mengapa, sedih sekali akhir-akhir ini aku melihatmu dalam kondisi seperti ini. Aku menangis, aku tahu bahwa engkau sangat benci terhadapaku walaupun secara tidak langsung. Engkau memahami apa makna “dakwah”. Engkau memahami agama, engkau memahami ayat suci Al-Qur’an. Namun aku sangat hancur ketika tahu bahwa engkau membenci saudara muslimmu yang lain walaupun berbeda manhaj atau metode dalam dakwah.
Bukankah perbedaan itu adalh fikrah? Bahkan Rasulullaah SAW pun pernah berdo’a kepada Allaah SWT untuk mempersatukan umat yang berbeda, namun Allaah tak mengabulkannya? Itulah karunia Allaah yang Maha Agung. Rahasia Allaah begitu indah dibalik semua yang ada. Aku sangat miris ketika engkau ingin sekali menjatuhkan saudaraku yang lain yang memiliki kefahaman manhaj atau metode yang sama denganku. Bahkan engaku ibarat membela tanah air dengan secucur darah penghabisan ingin menguras barisan dakwah yang sudah menjadi obat dan penghias di alam ini. Bahkan yang paling aku buat kecewa dan sangat sedih darimu, aku yakin kau taw ayat yang berisi mengenai memilih sang amir baik itu amir dalam wasilah atau wajiahah apapun ahruslah yang faham agama dan juga yang paling menegerti Islam serta jelas dia memiliki akidah yang sama dengan kita yakni akidah Islamiyah. Namun, engaku dan rekan-rekanmu yang baru ini dengan rela dan mengorbankan akar dari addien ini untuk memilihi salah satu dari luar agama ini untuk memimpin sbuah agenda besar yang dimana agenda tersebut dapat menjadi upaya dakwah terbesar di tanah ini, untuk menciptakan tanah yang kita nantikan, dimana Islam akan menghiasi dan mewarnai tanah ini.
Akhyna rahimahumullaah…
Mungkin aku salah terlalu menjudgemu seperti ini. Tapi aku yakin, kebencianmu terhdapaku, kebencianmu terhadap muslim lainnya yang berbeda manhaj denganmu tapi memiliki cita-cita yang mulia untuk addien ini, tidak akan turut menyurutkan langkahmu untuk terus berdakwah mungkin dengan jalanmu.
Afwan akhy, apabila ada banyak salah dalam surat ini, afwan jiddan,
Sungguh aku sangat mencintai dan menyayangi mu karena Allaah,
Dalam setiap do’a yang selalu aku panjatkan kepada NYA, tak lupa ada namamu yang tersurat.
Semoga Allaah menguatkan hati-hati kita dan terus berjuang di jalan NYA yang insyaaAllaah peniuh barokah dan rahmat ini.
saudaramu,


Adam Muhammad Ramdani

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes